Branding Buzzer: Implementasi dan Implikasi pada Hubungan Masyarakat Pemerintahan

Maulidatur Rohmah, Niken Febrina Ernungtyas

Abstract


Digitalisasi mengubah pola komunikasi perilaku individu atau kelompok/organisasi dalam semua aspek, tidak terkecuali di bidang hubungan masyarakat. Perkembangan internet telah memicu perubahan pada strategi humas pemerintah dari konvensional ke arah digital, salah satunya melalui pemanfaatan buzzer. Buzzer menjadi salah satu fenomena yang muncul dan sekarang ini penggunaannya di organisasi pemerintah cenderung meningkat. Prinsipnya mirip dengan konsep electronik word of mouth. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode literature review. Penulis melakukan pencarian literatur melalui google scholar dengan menggunakan kata kunci buzzer, buzzer di organisasi pemerintah, corporate branding, dan digital public relations. Literatur yang digunakan adalah hasil publikasi dalam 20 tahun terakhir ini. Peneliti melakukan analisis dengan membagi pembahasan menjadi beberapa subtopic yaitu teori dan konsep buzzer, praktek dan mekanisme kerja buzzer, digital public relations, konsep branding buzzer, fenomena buzzer di Indonesia, dan pemanfaatan buzzer pada organisasi pemerintah. Hasilnya menunjukkan bahwa pada awalnya, buzzer digunakan sebagai strategi promosi, namun sekarang secara luas digunakan sebagai strategi untuk memenangkan kandidat politik tertentu. Humas pemerintah menggunakan buzzer supaya programnya mendapat perhatian dari publik dengan membuatnya menjadi trending topic di media sosial. Humas pemerintah juga menggunakan buzzer internal dari pegawainya sendiri, meskipun efek viralnya tidak signifikan. Buzzer yang digunakan untuk membangun citra dan reputasi organisasi inilah yang dinamakan dengan konsep branding buzzer. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi baru untuk memperkaya konsep pemanfaatan buzzer dalam suatu organisasi.


Keywords


buzzer, branding, humas digital, humas pemerintah

Full Text:

PDF

References


Ahmad, N. K. (2019). Tantangan Aplikasi Sekolah Pintar Di Kawasan Timur Indonesia. Inter Komunika: Jurnal Komunikasi, 4(1), 44–57. https://doi.org/10.33376/ik.v4i1.290

Arkiang, M. R. N., Drajat, M. S., & Ahmadi, D. (2018). Peran Public Relations dalam Film Hancock. Inter Komunika: Jurnal Komunikasi, 3(2), 145–152.

Balmer, J. M, Powell, S. M, Kernstock, J., & Brexendorf, T. O. (2017). Advances in Corporate Branding. London: Springer.

Belch, G. E, & Belch, M. A. (2009). Advertising and Promotion: An Integrated Marketing Communication Perspective. New York: McGraw Hill International Edition.

Bernays, E. L. (2013). Public Relations. Oklahoma: University of Oklahoma Press.

tot, J. C., Jaeger, P. T., Munson, S., & Glaisyer, T. (2010). Social Media Technology and Government Transparency. IEEE Computer Society, (November), 53–59.

Camil, R., Attamimi, N. H., & Esti, K. (2017). Dibalik Fenomena Buzzer: Memahami Lanskap Industri dan Pengaruh Buzzer di Indonesia. Centre for Innovation Policy and Governance, 1–28.

Graham, M. W. (2014). Government communication in the digital age : Social media ’ s effect on local government public relations. Public Relations Inquiry, 3(3), 361–376. https://doi.org/10.1177/2046147X14545371

Hallahan, K. (2004). Protecting an organization’s digital public relations assets. Public Relations Review, 30(3), 255–268. https://doi.org/10.1016/j.pubrev.2004.04.001

Huang, Y. H. C., Wu, F., & Huang, Q. (2017). Does research on digital public relations indicate a paradigm shift? An analysis and critique of recent trends. Telematics and Informatics, 34(7), 1364–1376. https://doi.org/10.1016/j.tele.2016.08.012

Jenkins, H. (2006). Convergence Culture: Where Old and New Media Collide. NYU Press.

Kemp, S. (2018). Digital in 2018: World Internet Users Pass The Billion Mark. Available from: https://wearesocial.com/blog/2018/01/global-digital-report-2018.

Luarn, P., Huang, P., Chiu, Y. P., & Chen, I. J. (2016). Motivations to engage in word-of-mouth behavior on social network sites. Information Development, 32(4), 1253–1265. https://doi.org/10.1177/0266666915596804

Meranti, & Irwansyah. (2018). Kajian Humas Digital: Transformasi dan kontribusi Industri 4.0 pada Stratejik Kehumasan. Jurnal Teknologi Informasi Dan Komunikasi, 7(1), 27–36. https://doi.org/10.2527/jas2012-5761

Morrar, et al. (2017). The Fourth Industrial Revolution (Industry 4.0): A Social Innovation Perpective. Technology Innovation Management Review. 1-10.

Myers, C. (2016). What’s the legal definition of PR?: An analysis of commercial speech and public relations. Public Relations Review, 42(5), 821–831. https://doi.org/10.1016/j.pubrev.2016.10.005

Neuman, W. L. (2014). Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Approaches. Pearson Education Limited (Vol. 7). https://doi.org/10.2307/3211488

Ormeno, M. (2007). Managing Corporate Brands : A New Approach to Corporate Communication. Wiesbaden: Deutscher Universitats Verlag.

Plessis, D. (2000). Introduction to Public Relations and Advertising. Capetown: Juta Education Ltd.

Riedley, D. (2012). The Literature Review: A step by step guide for students, 2 ed. London: SAGE Publications Ltd.

Ring, A., Tkaczynski, A., & Dolnicar, S. (2014). Word-of-Mouth Segments: Online, Offline, Visual or Verbal?.Journal of Travel Research, 55(4), 481–492. https://doi.org/10.1177/0047287514563165

Riyanto. (2017). Efektivitas Media Internet Terhadap Kepuasan Khalayak Media. Inter Komunika: Jurnal Komunikasi, 2(1), 61–70.

Rohandi, M. M. A. (2016). Effective marketing communicaton : word of mouth. Jurnal Manajemen Dan Bisnis, XIII(1), 1–14.

Shin, J., & Cameron, G. T. (2005). Different Sides of the Same Coin: Mixed Views of Public Relations Practitioners and Journalists for Strategic Conflict Management. Journalism & Mass Communication Quarterly, 82(Juni), 318–338. https://doi.org/10.1177/107769900508200206

Sujarweni, A. W. (2014). Metodologi Penelitian. Yogyakarta: Pusataka Baru.

lor, M., & Doerfel, M. L. (2003). Building Interorganizational Relationships That Build Nations. Human Communication Research, 29(2), 153–1

Veil, S. R., Reno, J., Freihaut, R., & Oldham, J. (2015). Online activists vs. Kraft foods: A case of social media hijacking. Public Relations Review, 41(1), 103–108. https://doi.org/10.1016/j.pubrev.2014.11.017

Wahyuningtyas, D. (2017). Buzzer Twitter pada Publikasi Organisasi Pemerintah: Studi Isi Asosiasi Topik Tweet, Tujuan Tweet, Desain Penyusunan Pesan, dan Feedback Akun Buzzer Twitter Kementerian Keuangan. Retrieved from https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/36425

Wigley, S., & Zhang, W. (2011). A Study of PR Practitioners ’ Use of Social Media in Crisis Planning. Public Relations Journal, 5(3), 1–16.

Wright, D. K., & Hinson, M. D. (2008). How Blogs and Social Media are Changing Public Relations and the Way it is Practiced. Public Relations Journal, 2(2), 1–21.

Xiao, Y., & Watson, M. (2017). Guidance on Conducting a Systematic Literature Review. Journal of Planning Education and Research, 1–20. https://doi.org/10.1177/0739456X177239




DOI: http://dx.doi.org/10.33376/ik.v4i2.374

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Google Scholar  Scientific Indexing Services Sinta
 
logo services


Flag Counter
 

 

Copyright of Communication Design : Jurnal InterKomunika

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.