PENGEMBANGAN POTENSI PEREMPUAN SEJAK DINI DIBIDANG KESENIAN WILAYAH DESA BALONG, CIBOGO, JAWA BARAT
Abstract
Abstract:
Women are God's creations which often become an issue, namely about gender, because their existence is always considered as the second creation after men were created. in Indonesia, one of which is in the Law on Human Rights Number 39 Article 15 Year 1999, which reads "Everyone has the right to fight for the right to develop himself, both personally and collectively, to build his community, nation and country". Finally, apart from the legal side, practices regarding how to build traditions of life that are not normal to gender need to be encouraged. As a republic, it is necessary to develop a democratic culture in all aspects that will guarantee harmony among people. That way patriarchal thoughts and actions can be slowly eliminated. The existence of Balong Village, Cibogo, West Java, with a larger population of women, is the author's interest in carrying out artistic activities and exploring art and music activities together. The Corporate Social Responsibility (CSR) indicator makes a change in perspective from ignorance to knowing, attitude to respond and take action so as to give rise to the existence of a desire to work and fill life with exciting new skills, so that it is expected to reduce the number of young marriages among women in Balong Village.
Key Words: Potential for Children's Art, Fine Arts, Music Arts
Abstrak:
Perempuan adalah ciptaan Tuhan yang sering menjadi sebuah isu, yaitu tentang gender, karena keberadaannya selalu dianggap sebagai ciptaan ke dua setelah laki-laki diciptakan. di Indonesia salah satunya pada Undang-Undang Hak Asasi Manusia Nomor 39 Pasal 15 Tahun 1999, yang berbunyi “Setiap orang berhak memperjuangkan hak pengembangan dirinya, baik secara pribadi maupun kolektif, untuk membangun masyarakat, bangsa, dan negaranya”. Akhirnya, selain dari sisi hukum, praktek mengenai cara membangun tradisi kehidupan yang tidak biasa gender perlu digalakkan. Sebagai negara republik, perlu ditumbuhkan budaya demokratis dalam segala aspek akan menjamin keharmonisan diantara sesama. Dengan begitu pikiran dan perbuatan yang patriarkis dapat perlahan dihilangkan. Keberadaan Desa Balong, Cibogo, Jawa Barat dengan jumlah penduduk lebih banyak perempuan menjadi ketertarikan penulis untuk melaksanakan aktifitas kesenian dan mengeksplorasi kegiatan seni rupa dan sni musik bersama. Indikator Corporate Social Responsibility (CSR) membuat perubahan wawasan dari ketidaktahuan menjadi tahu, sikap merespon dan melakukan aksi sehingga menimbulkan eksistensi akan sebuah keinginan untuk berkarya dan mengisi hidup dengan keahlian baru yang menyenangkan, sehingga diharapkan mengurangi jumlah angka menikah muda di kalangan perempuan Desa Balong.
Kata Kunci: Potensi Seni Anak, Seni Rupa, Seni MusikKeywords
References
Fitriyono, A. (2020). PERFORMING ARTS SEBAGAI AJANG EKSPRESI DAN KREATIVITAS ANAK-ANAK DI DESA BATAH BARAT DAN KARANGANYAR BANGKALAN. GETER : Jurnal Seni Drama, Tari Dan Musik, 3(2). https://doi.org/10.26740/geter.v3n2.p100-108
Herryprilosadoso, B. (2020). Pengembangan Potensi Masyarakat Melalui Industri Kreatif Sebagai Rintisan Desa Wisata di Desa Kundisari, Kedu, Temanggung. Abdi Seni, 10(1). https://doi.org/10.33153/abdiseni.v10i1.3031
Karmela, S. H., & Yanto, F. (2021). Pengenalan Seni Musik Tradisional Melayu Jambi Kompangan dan Hadrah Untuk Menumbuhkan Kepedulian Budaya Lokal. TRANSFORMASI : JURNAL PENGABDIAN PADA MASYARAKAT, 1(2). https://doi.org/10.31764/transformasi.v1i2.5466
Leonangung Edu, A., & Tarsan, V. (2019). Pendidikan Seni Musik Tradisional Manggarai dan Pembentukan Kecakapan Psikomotorik Anak. International Journal of Community Service Learning, 3(1). https://doi.org/10.23887/ijcsl.v3i1.17484
Martono, H. (2021). Pelatihan Tari untuk Remaja Putri Reog Kaloka di Suru, Kemadang, Tanjungsari, Gunungkidul. Jurnal Pengabdian Seni, 2(1). https://doi.org/10.24821/jps.v2i1.5734
Mujiyono, M., Haryanto, E., & Gunadi, G. (2021). Peran Guru dalam Pengoptimalan Potensi Emosi Anak terhadap Peningkatan Kreativitas Ekspresi pada Pembelajaran Seni Rupa di SD Kota Semarang. Mudra Jurnal Seni Budaya, 36(2). https://doi.org/10.31091/mudra.v36i2.1456
Ramdini, T. P., & Dr. Farida Mayar, M. P. (2019). Peranan Kegiatan Finger Painting Terhadap Perkembangan Seni Rupa Dan Kreativitas Anak Usia Dini. Jurnal Pendidikan Tambusai, 3(5).
Sadjaah, E. (2016). Penguasaan Keterampilan Menari Melalui Latihan Kelenturan Gerak pada Anak Tunarungu (Pemanfaatan Waktu Luang dalam Pendidikan Luar Sekolah). In Mimbar Pendidikan (Vol. 25, Issue 1).
Safitri Aziza, M., Iriani, Z., & Desfriani. (2018). PELATIHAN PENGEMBANGAN DIRI SENI TARI DI SMA NEGERI 1 BATANG ANAI. E-Jurnal Sendratasik, 7(1).
Sahib, H. (2020). Pelatihan Seni Musik Dan Tari Tradisional Sulawesi Selatan Pada Masyarakat Desa Bila Kecamatan Amali Kabupaten Bone. Khazanah Pengabdia, 02(2).
Saputro, A., & Wijayanti, O. (2021). TANTANGAN GURU ABAD 21 DALAM MENGAJARKAN MUATAN SBdP DI SEKOLAH DASAR. Jurnal Riset Dan Inovasi Pembelajaran, 1(3). https://doi.org/10.51574/jrip.v1i3.77
Syofia, N., & Suharti, S. (2017). PELATIHAN SENI TARI DAN MUSIK SEBAGAI MEDIA TERAPI PADA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SEKOLAH DASAR LUAR BIASASILAING BAWAH KOTA PADANGPANJANG. Batoboh, 1(1). https://doi.org/10.26887/bt.v1i1.139
Undang-Undang Nomor 39 Pasal 15 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia.
Zulkifli, Z., Sembiring, D., & Pasaribu, M. (2020). Tradisi dalam Modernisasi Seni Lukis Sumatera Utara: Eksplorasi Kreatif Berbasis Etnisitas Batak Toba. Mudra Jurnal Seni Budaya, 35(3). https://doi.org/10.31091/mudra.v35i3.878
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright of Communication Design : Jurnal Desain
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

